Menjejakkan Kaki di Atap Sumatera, Gunung Kerinci (3.805 mdpl)

Dari Barat ke Timur, di daratan Indonesia membentang ratusan gunung berapi yang masih aktif. Hal inilah kenapa Indonesia disebut sebagai kawasan cincin api pasifik, kawasan yang sangat sering mengalami gempa bumi dan meletusnya gunung berapi. Salah satu gunung berapi yang tertinggi di Indonesia terletak di Provinsi Jambi, namanya adalah Gunung Kerinci (3.805 mdpl). Gunung Kerinci adalah yang tertinggi di Pulau Sumatera, bahkan gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat ini menjadi gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.

Selain keindahan alamnya, Gunung Kerinci memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung karena termasuk dalam daftar 7 puncak tertinggi di Indonesia setelah Carstensz Pyramid di Pegunungan Tengah, Papua. Semua pendaki sepertinya berbondong-bondong menginjakkan kakinya di setiap puncak tertinggi di Indonesia.

Gunung Kerinci merupakan salah satu gunung yang membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mendakinya. Sekitar 2 sampai 3 hari saja kalian bisa mendaki ke puncak dan kembali ke kaki gunung. Biasanya para pendaki bermalam dulu di penginapan yang tersedia di Desa Kersik Tuo (1.500 mdpl), desa terakhir sebelum mendaki Gunung Kerinci.

Pagi-pagi sekali cobalah bangun dan seduh secangkir kopi kemudian keluar dari penginapan untuk melihat pemandangan di luar. Memang udaranya sangat dingin, namanya juga daerah pegunungan kan bro. Tapi rasanya lebih nikmat daripada tidur di balik selimut. Hamparan perkebunan teh terlihat begitu luas sangat memanjakan mata dan Gunung Kerinci yang berdiri gagah di kejauhan itu sudah menunggu untuk didaki. Siapkan kameramu, kemudian abadikan momennya.

Kalau sebelum mendaki gunung ini kalian sudah mempersiapkan mental dan fisik dengan baik, kurang lebih dalam waktu 7-8 jam kalian bisa bermalam di shelter 3 dan lanjut ke puncak keesokan harinya. Namun, kalau ingin perjalanan yang lebih santai bisa juga bermalam dulu di Shelter 2. Selain faktor mental dan fisik, faktor cuaca juga harus dipertimbangkan ya bro.

Dari Tugu Macan di Desa Kersik Tuo sampai batas vegetasi hutan di gerbang pendakian yang bertuliskan “Selamat Datang”, jalur yang ditempuh berupa jalan aspal dikelilingi perkebunan milik warga. Selanjutnya kalian akan melewati Pintu Rimba, Pos 1, Pos 2 dan Pos 3 dengan vegetasi hutan hujan tropis. Jalur yang ditempuh masih landai. Berjalanlah sesuai ritme jalan, tidak usah tergesa-gesa. Nikmati saja segarnya udara khas pegunungan sembari bercengkerama dengan teman pendakian.

Jalur mulai semakin terjal setelah melewati Shelter 1. Namun jalur yang lebih ekstrim ada di jalur setelah melewati Shelter 2. Oh iya bro, di Shelter 2 dan Shelter 3 terdapat sumber mata air. Jadi, tidak perlu membawa air yang banyak.

Selanjutnya jalan semakin sempit. Di beberapa titik akar-akar tanaman Cantigi yang merambat membentuk lorong seperti goa. Jalur pun semakin licin apalagi setelah hujan turun. Agar lebih memudahkan pendakian, berpeganganlah pada akar-akar pohon yang terbentang di sepanjang jalur sampai Shelter 3. Dari Shelter 3, Puncak Gunung Kerinci sudah dekat, sekitar 2 sampai 3 jam.

Sebagian besar petualang pasti ingin menyaksikan matahari terbit di puncak gunung bukan? Berangkatlah sekitar pukul 4 pagi dari Shelter 3. Bentangan alam dari puncak sungguh bisa mengobati lelah. Di kejauhan kalian dapat melihat Danau Gunung Tujuh. Jika beruntung dengan cuaca yang cerah, kalian dapat melihat Samudera Hindia.

Cerita perjalanan ini telah di muat di website #SuperAdventureId http://superadventure.co.id/djournal/superadventure-adventurers/menjejakkan-kaki-di-atap-sumatera-gunung-kerinci

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s