Pertama Kali Naik Kapal Pelni Dobonsolo dari Surabaya ke Sorong

Akhir tahun 2016 lalu saya dan Satya memulai sebuah perjalanan ke Papua Barat. Tepatnya tujuan kami adalah sebuah pulau kecil di Raja Ampat, namanya Pulau Arborek. Karena perjalanan kali ini akan kami lakukan selama 1 atau 2 bulan, kami memilih untuk menghemat pengeluaran. Salah satunya adalah naik kapal laut dari Surabaya ke Sorong, Papua. Perjalanan pun kami mulai dari pelabuhan Tanjung Perak dengan tujuan akhir pelabuhan Sorong. 


Selfie sebelum masuk ke dalam kapal.

Buat saya pengalaman ini adalah yang pertama kalinya naik kapal laut selama 5 hari. Dan pengalaman pertama kali itu selalu membuat penasaran. Perasaan lega muncul karena perjalanan pun kami mulai bersama. 

Dari Surabaya di pelabuhan Tanjung Perak kapal yang cukup besar untuk menampung 1000 orang mulai mengarungi luasnya lautan Indonesia. Sejak awal saya mengira perjalanan ini akan membosankan. Jadi, saya membawa beberapa buku buat di baca, kemudian menambah daftar musik di hape. 

Dengan membayar biaya tiket kapal sebesar Rp 650.000, kami dapat beristirahat di ruangan kelas  Ekonomi. Biaya tersebut sudah termasuk biaya makan 3 kali sehari. Setiap penumpang difasilitasi sebuah kasur untuk beristirahat. Kami memilih tempat dekat colokan listrik agar dapat ngecharge hape dan laptop. Tak terasa kapal Dobonsolo sudah berlayar selama 24 jam dan berlabuh sebentar di Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk pergi keluar kapal untuk membeli makanan karena memang makanan yang disediakan di kapal kurang memuaskan. Porsinya sedikit sekali. Saatnya cari Indomart atau Alfamart.

Suasana pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Karena tak ingin kelaparan selama di kapal, kami pun membeli beberapa makanan dan Pop Mie adalah menu spesial selama perjalanan naik kapal Dobonsolo. Di kapal selalu tersedia air panas untuk para penumpang. Jadi, kalo mau minum kopi atau makan Pop Mie ya tinggal seduh saja. Di kapal juga tersedia toko kecil yang menjual makanan tapi harganya jauh lebih mahal dari harga biasanya. 

Dari Surabaya menuju Sorong, kapal transit di 3 tempat. Yang pertama di Makassar, kedua di Pelabuhan Bau-bau dan yang ketiga di Pelabuhan Ambon. Memang Satya anaknya ngga bisa diam. Di setiap pelabuhan dia pasti mengajak saya keluar untuk sekedar jalan-jalan atau mengambil foto. Hal tersebut lama-lama nular ke saya. Saya pun lama-lama jadi suka selfie jadinya. Tak apalah. Tak ada salahnya selfie kan. Karena penasaran dengan bentukan kapal keseluruhan kami pun keluar kapal, and make a photograph then.

Kapal Dobonsolo transit di Pelabuhan Bau-bau.

Kapal Dobonsolo transit selama 3 jam di Ambon. Waktu yang sebentar itu kami manfaatkan untuk keliling kota Ambon.

Setelah berlayar selama 5 hari, akhirnya sampai juga di Kota Sorong, Papua Barat. Tujuan kami masih lumayan jauh dari sini. Dari pelabuhan harus naik ojek ke pelabuhan Rakyat. Di pelabuhan Rakyat kami beli tiket kapal Express ke Waisai, ibu kota Raja Ampat. Di Waisai, tepatnya di sebuah pelabuhan dekat pasar, kami bertemu dengan Bang Marcel dan Kak Gita. Dengan merekalah kami akan tinggal selama di Arborek. (bersambung)

Advertisements