Bersepeda ke Situ Patenggang dan Menembus Hutan Ke Ciwidey – Bandung Selatan

Agustus 2016. Dari Bandung ke Ranca Upas (Cimanggu Hot Spring). Andreas dan Yoda sudah menunggu di teras belakang kontrakan saya di Bandung. Saya masih sibuk mempersiapkan logistik yang akan dibawa selama perjalanan bersepeda ke Situ Patenggang. Tunggu sebentar kawan. Barang yang dibawa tak boleh berlebihan. Harus praktis.
Tak ada rencana dari jauh-jauh hari untuk mempersiapkan perjalanan ini. Dengan logistik seadanya kami pun berangkat. Situ Patenggang adalah tujuan kami hari itu, sejauh 67 km dari kampus Unpar di Bandung. Lumayan jauh karena belum pernah latihan fisik sebelumnya, modal semangat saja.

Jalanan kota Bandung sudah ramai dengan kendaraan dan pejalan kaki. Ingin lebih cepat rasanya keluar dari kota, bukan karena apa, asap kendaraan bermotor jadi sarapan kami pagi itu, udara segar pegunungan dan pemandangannya sepertinya sudah menanti. Selama diperjalanan kami bersepeda beriringan, terkadang bergantian posisi, di depan, tengah dan belakang.

Tanjakan tiada henti, kayuh terus.

Satu hal yang sangat disayangkan, saya tak bawa kamera. Cuma ada kamera dari hape. Kami coba maksimalkan. Kendaraan di jalan semakin berkurang. Udara semakin dingin dan segar juga tentunya. Jalan yang ditempuh nanjak terus. Namanya juga sepedaan ke daerah pegunungan, bonus turunannya nanti kalo pulang.

Siap melanjutkan perjalanan lagi setelah makan siang di Desa Alam Endah Ciwidey. (Foto oleh: Andreas)
Jalanan sepi, berkabut dan udara segar.

Sudah sore, hari semakin gelap. Kami sudah berada di kawasan Ranca Upas, tepatnya di Cimanggu Hot Spring. Terdapat sebuah pondok sederhana dan kolam air panas di sana. Setelah berunding dalam waktu yang lama, kami memutuskan untuk beristirahat saja dan melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang esok hari. Sebenarnya  uda malas untuk bergerak dan kolam air panas di depan kami sangat menggiurkan. Nikmatnya malam itu, badan pegal-pegal seharian menjadi segar kembali setelah berendam di air panas.

Suasana makan malam di pondok tempat kami beristirahat. (Foto oleh Andreas )

Cimanggu Hot Spring – Situ Patenggang

Enjoy the ride ~

Pagi sekali. Waktunya melanjutkan perjalanan. Dari Cimanggu Hot Spring ke Situ Patenggang berjarak 5.5 km. Tak terlalu jauh. Pemandangan terbaik dari keseluruhan perjalanan ada di etape ini, tepatnya di perjalanan turun ke Situ Patenggang. Bersepeda di hamparan kebun teh. Tak sia-sia kami lelah mengayuh sepeda dari Bandung.

Hamparan kebun teh menyegarkan mata, rasa lelah hilang seketika.
Danau Situ Patenggang. (Foto oleh Andreas)

Kami sudah tepat di tepi Danau Situ Patenggang. Sembari makan siang, kami berunding lagi. Knapa tidak kami lanjutkan perjalanan ke Ciwidey melewati jalur kebun teh dan hutan. Tentunya bukan lewat pintu masuk wisatawan pada umumnya. Sangat menarik. Dengan segala pertimbangan, kami pun memilih jalur kebun teh dan hutan. Mari bernavigasi. (bersambung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s