Belajar Menjadi Pilot Hang Gliding di Lanud Sulaiman – Bandung

Suatu ketika di bulan November 2016. Saya diajak oleh seorang teman untuk mengikuti latihan  hang gliding atau gantole. Namanya Agit. Sudah lama memang saya tertarik untuk mencoba kegiatan olahraga yang bisa membawa saya terbang di udara. Rasa penasaran apa rasanya berada di atas sana. Tiba-tiba sebuah pesan masuk via LineChat. 

“Broo apa kabar bro? Kapan ada di Bandung? Weekend ada acara ga? Mau ngajak latian hahah. Sabtu Minggu. Kalo Minggu ngga bisa, Sabtu ikut pengenalan aja.” Begitulah keseluuhan isi pesan dari Agit. 

Karena memang sudah lama punya keinginan untuk terbang, akhirnya saya mengiyakan ajakan tersebut. Sehari sebelum berangkat ke tempat latihan di landasan udara Sulaiman, Kopo, kami mempersiapkan peralatan terbang seperti mengecek kelengkapan dan kelayakan layangan di daerah Gerlong, Bandung.

Istilah-istilah dari setiap bagian pada layangan.

Selain saya, ada 4 orang lainnya yang ikut berlatih hang gliding untuk pertama kalinya. Jadilah kami berangkat menuju tempat latihan. Di hari pertama, latihan yang dilakukan berupa pengenalan setiap bagian dari layangan serta praktek langsung beberapa teknik dasar pada hang gliding, seperti mengangkat dan berlari dengan layangan.

Sungguh berat ini layangan, bisikku dalam hati. Berat sebuah layangan kurang lebih 30 kg. Tapi setelah penjelasan dari teman-teman dan melakukan latihan tersebut berulang-ulang akhirnya ketemu juga caranya walaupun belum maksimal.

Latihan tersebut dibimbing oleh beberapa senior hang glider seperti Mang Koes, Agit, Zaky dan ada beberapa senior yang hadir juga melihat latihan yang kami lakukan. Setelah sesi latihan selesai, evaluasi pun dilakukan. Selesai sudah latihan di hari pertama. Esok pagi kami lanjutkan lagi untuk berlatih ke step berikutnya. Sore itu kami kembali ke Bandung.

Latihan yang Mendebarkan di Hari Kedua

Di hari kedua, kami diberi kesempatan untuk berlatih ke step berikutnya. Learning to fly with towing. Setelah mengulangi latihan kemarin, tiba giliran saya untuk terbang. Saya sangat bersemangat. Rasa penasaran mengimbangi rasa nervous mencoba kegiatan olahraga baru yang cukup berbahaya ini. 

Di percobaan pertama, saya mendarat dengan tidak sempurna. Badan terseret beberapa meter. Control frame sebelah kanan bengkok. Untung tidak terjadi masalah yang begitu serius dengan badan ini. 

Di percobaan kedua rasa was-was mulai muncul. Ada rasa trauma terjatuh di percobaan pertama. Saya mencoba melayangkan perasaan itu ke teman-teman. Akhirnya kami tertawa bersama. Tawa itu membuat saya lebih tenang. Oke. Saya siap mencobanya lagi. Saya berusaha memotivasi diri sendiri.

Saya sudah berdiri sambil mengangkat layangan. Lebih kurang 100 meter di depan sana ada Agit yang mengendalikan sebuah mesin penarik (towing) yang akan menarik. Saya terhubung dengan towing menggunakan seutas tali berbahan baja. Zaky sudah memberikan aba-aba. Dan…

Di percobaan kedua saya berhasil mendarat walaupun masih banyak kekurangan. Pada hari itu saya mendapat 3 kali latihan ditarik dengan towing. Kegiatan yang menyenangkan, dan juga mendebarkan. Karena pertama kali mungkin ya. But the most important is i’m learning to fly. Terima kasih buat teman-teman yang sudah membimbing sampai step ini. See you again.

Makan siang bersama di sela-sela latihan.

Advertisements