Pengalaman Trail Run Pertama Di Bromo Tengger Semeru Ultra Run 30KM – Jawa Timur

4-6 November 2016

We are ready to challenge our mind ~

Run, run, run, that’s on my mind.

Siap menghadapi lelah fisik, tak sabar menikmati pemandangan indah. Awal November kemarin saya dan teman-teman Mahitala yang lain mengikuti kegiatan berlari lintas alam di Bromo Tengger Semeru Ultra Run 30K. Kali ini karena saya ikut menemani Didi dan Hilda berlatih pada kegiatan Trail Run ini sebagai ajang latihan persiapan pendakian ke Gunung Vinson di Antartika pada Desember-Januari 2016 mendatang.

Trail run adalah sebuah aktivitas olahraga petualangan berlari melintasi medan yang beragam seperti bukit, lembah, hutan dan gunung. Tantangan terberatnya adalah bagaimana kita dapat mengatur konsistensi berlari melintasi alam yang konturnya berubah-ubah tersebut. Ada saatnya berlari, ada saatnya berjalan seperti ditanjakan. Poin utamanya manajemen tenaga.

Running routes ~
Informasi disediakan panitia ~
Informasi disediakan panitia

Imajinasi melayang ke masa lalu ketika mengikuti Djarum Super Advanturace 2 di Uni Emirate Arab, Yaman dan Oman tahun 2010 yang lalu. Lima tim dari Indonesia yang terdiri dari 3 orang setiap tim di adu untuk menjadi tim yang terbaik menyelesaikan setiap tantangan. Tidak hanya kekuatan fisik beraktivitas dalam waktu yang lama, kemampuan untuk membaca peta juga sangat dibutuhkan untuk menentukan strategi. Kegiatan ini menjadi sebuah kompleksitas petualangan karena kami harus selalu mengambil keputusan bergerak dengan cepat. Waktu itu tim saya beranggotakan Sofyan, Broery dan dan saya. 

Pengalaman mengikuti BTS Ultra Run 30K pada awal November 2016 lalu menjadi pengalaman yang baru buat saya. Saya berlari bersama teman-teman Mahitala dan Unpar yang lain, seperti George, Jerry, Mario, Pipin, Saya, Didi, Hilda, Ambon, Radit dan Arga. Pada waktu itu sebagai pelatih fisik Tim wanita pendaki 7 puncak tertinggi di 7 benua, saya memutuskan untuk memilih kegiatan trail run sebagai salah satu metode latihan mereka. Tujuannya untuk menguji ketahanan fisik mereka.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Ratusan pelari berdiri di depan garis start. Sebuah hitungan mundur membuat jantung berdetak lebih cepat. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2 gooo! Serentak 200 pelari mulai melangkahkan kaki dan berlari. Badan terasa seakan ada yang menarik, sebuah euforia! 

Satya ikut memberi semangat. 

Finish what you start. The statement that can help you if you put in your mind.

Kegiatan lari lintas alam adalah hal yang baru buat saya. Biasanya kalo naik gunung, berjalan sambil angkat carrier di punggung. Berjalan satu langkah demi satu langkah. Yang menarik dari BTS Ultra Run ini adalah setiap orang akan disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Saya bisa melihat kawasan Gunung Bromo dari berbagai sisi. Bayangkan saja apa rasanya disaat sedang lelah berlari tiba-tiba disuguhkan pemandangan seperti di bawah ini.

wp-image-381537767jpeg.jpg
Pemandangan ketika mengikuti BTS Trail Run pada tahun 2016.
Salah satu tantangan di BTS Trail Run, melewati trek berpasir.

At the finish line of BTS Trail Run 30KM.

gopr4848_1478355840608_high-197546790.jpg
Pipin at finish line.

Start dan finish ada di Desa Cemoro Lawang tepatnya di Lava View Hotel. Akhirnya saya, Didi dan Hilda dapat menyelesaikan tantangan dan tiba di garis finish bersama-sama dalam waktu 6 jam. Selain kami, semua peserta dari Mahitala dan Unpar juga sampai di garis finish.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s