Melihat Langsung Si Api Biru, Sebuah Fenomena Alam yang Langka di Kawah Ijen – Jawa Timur

Bulan November 2015 kami melakukan pendakian ke Gunung Ijen (2.443 mdpl), Banyuwangi. Gunung Ijen atau Kawah Ijen ini terletak di di Kawasan Wisata Kawah Ijen dan Cagar Alam Taman Wisata Ijen di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso. Apa yang menjadi daya tarik gunung ini? Tak bisa dipungkiri lagi bahwa gunung ini sangat memukau para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

IMG_8135
Kaldera Kawah Ijen memiliki ketinggian antara 300-500 meter.

Selain pemandangannya, Gunung Ijen menjadi  lebih eksotis karena memiliki pesona alam si api biru (blue fire) yang satu-satunya ada di Indonesia. Si api biru lainnya ada di belahan bumi yang lain, yaitu di negara Islandia. Jadi, si api biru hanya ada 2 di dunia. Menarik bukan? Menjadi hal yang lumrah ketika suatu hal yang langka memiliki daya tarik yang besar bagi para wisatawan.

IMG_8083
Si api biru hanya dapat dilihat di malam hari, biasanya para pengunjung berangkat subuh untuk melihat si api biru.

Hari itu gunung sepi oleh pengunjung. Matahari sudah mulai bersembunyi. Udara sejuk pegunungan sangat menyegarkan. Kami sudah berada di Pos parkiran, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat perkemahan. Jalan menuju tempat perkemahan sangat berdebu, karena memang saat itu sedang musim kemarau panjang atau El Nino. Sepatu dan celana bagian bawah menjadi berdebu. Aku menggunakan bandana untuk menghindari debu yang masuk ke hidung dan mulut.

Di perjalanan kami berpapasan dengan para penambang belerang. Mereka memanggul belerang yang rata-rata berbobot 60-80 kg. Belerang dipanggul menggunakan keranjang bambu. Belerang tersebut mereka ambil di sekitaran Kawah Ijen. Dimana si api biru berada.

Menjadi penambang belerang adalah pekerjaan mereka sehari-hari. Sebuah pekerjaan yang sangat berisiko tinggi karena setiap hari mereka harus siap menghirup asap belerang yang berbahaya demi mendapatkan uang untuk hidup. Setiap kg belerang tersebut dihargai dengan Rp 1.000,-.

Dari pos parkiran ke pos perkemahan kami tempuh dalam waktu 3 jam. Hari sudah gelap, kami tiba di daerah perkemahan. Seduhan kopi, teh manis hangat dan biskuit menjadi teman selama kami bercengkrama. Subuh nanti kami akan berangkat ke Kawah Ijen. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di sana. Berarti kami harus tidur cepat.

Sekitar pukul 3 kami berangkat dari pos perkemahan menuju kawah Ijen. Sudah tak sabar melihat langsung fenomena alam ini, si api biru. Selama kurang lebih satu jam perjalanan, jalan menanjak kemudian berkelok-kelok menjahit punggungan dan lembahan hingga akhirnya tiba di sebuah sadel yang merupakan bibir kawah Ijen.

IMG_8330
Sadel Kawah Ijen, dekat dengan pertigaan jalan turun menuju dasar kawah.

Di bibir kawah kami berpapasan dengan orang yang sedang menjajakan masker untuk disewakan kepada para pendaki. Ya, setiap pendaki yang ingin turun ke kawah disarankan untuk menggunakan masker agar asap belerang tidak masuk langsung ke paru-paru. Karena asap belerang sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki. Jika tidak ada masker, mungkin bisa menggunakan perlengkapan lain yang dapat menutup hidung dan mulut seperti bandana atau jenis kain lain. Agar lebih maksimal, bandana atau kain tersebut bisa dibasahi. Waktu itu biaya sewa per masker adalah Rp 25.000 untuk pemakaian selama berada di kawah.

IMG_7961
Kawah Ijen dini hari.

Aku dan mas Eko sempat mengambil foto pemandangan ke arah kawah dan segera berjalan turun mengejar teman-teman yang lainnya. Jalan turun ke arah kawah curam dan berbatu. Beberapa penambang belerang terlihat sedang berjalan mengangkut belerang, sesekali berhenti untuk beristirahat.

IMG_7977
Si api biru yang menjadi daya tarik wisatawan.

Akhirnya kami dapat berjumpa langsung dengan si api biru. Si api biru terlihat sangat jelas bersama asap belerang yang keluar. Pemandangan menakjubkan itu harus ditemani  bau belerang yang menyengat, jadi harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari asap belerang tersebut. Setengah jam waktu kami habiskan di dasar kawah, kemudian kami kembali ke sadel.

Selain melihat pemandangan si api biru, kami juga berjalan menuju bibir kawah yang ada di seberang sana. Pemandangan yang sangat menakjubkan hari itu.

IMG_8249
Meneruskan perjalanan mengelilingi kaldera.

IMG_8183

IMG_8169
Pemandangan Gunung Baluran.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Melihat Langsung Si Api Biru, Sebuah Fenomena Alam yang Langka di Kawah Ijen – Jawa Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s